Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Menjemput Hidayah Di Usia 16 Tahun

Gambar
Usiaku sudah menginjak 16 tahun dan duduk di bangku kelas 1, SMA Tarakanita. Rumah tempat tinggal kami sangat berdekatan dengan masjid. Terus terang, aku sangat terganggu dengan suara azan, apalagi di saat magrib. Suara azan dari Toa masjid begitu keras dan sangat memekakkan telinga. Belum lagi suara azan dari televisi. Setiap kali azan magrib berkumandang, aku matikan televisi karena di semua chanel, semua stasiun menayangkan azan yang sama. Di suatu magrib terjadilah sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka. Ketika itu azan magrib muncul di layar TV. Seperti biasa aku mencari remote control untuk mematikan televisi. Namun hari itu aku tidak bisa menemukannya. Dengan hati kesal kutelusuri sela-sela sofa, kuangkat semua bantal, kuperiksa kolong meja tapi alat pengontrol jarak jauh itu tidak juga terlihat. Karena putus asa, aku terduduk di sofa lalu duduk menatap layar TV yang sedang menayangkan azan dengan teks terjemahannya. Lalu apa yang terjadi? Sekonyong-konyong hatiku m...

Ayolah Bun, Tujuan Nyekolahin Anak Buat Apa Sih?

Gambar
"bu, tolong ingetin anak sy, jangan sampe lupa buku paketnya" "bu, tolong simpenin tempat pensil anak sy ya, ketinggalan di bawah meja katanya" "bu, ada tempat minum warna orange ketinggalan ga? klo ada tolong simpenin dl" dan masih banyaaaaak lagi, whatsapp yg masuk di GROUP wali murid kelas. sedihnya lagi, ini ternyata sudah umum terjadi dan hampir tiap hari sy baca di group sambil ngelus dada. sebegitu parahkah teknologi merubah sikap kita terhadap seorang guru? dipikir guru ini babysitter??? diminta simpenin tempat pensil lah, tempat minum lah, penggaris lah... setiap barang yg dimiliki dan dibawa oleh siswa adalah TANGGUNGJAWABNYA SENDIRI. di situ peran ORTU mendidik anak supaya menjaga barang masing2. klo ada temennya pinjem mesti gmn, klo penghapusnya ga ada di tempat pensil mesti gmn, klo mau pulang sekolah harus ngecek tas masing2, kan itu salah satu pendidikan juga. itu proses belajar yg ga boleh di-skip. ANAKnya yg harus dikasih ...

Kisah Seorang Pemuda Gagal Menikah Karena Allah Sayang Padanya

Gambar
Ada seorang Ikhwan yang shalih, bagus ibadah dan Akhlaknya jatuh cinta kepada seorang akhwat. Maka diapun segera melamar akhwat tersebut dan lamarannyapun diterima. Lamaran sudah dilakukan dan tanggal pernikahan sudah ditetapkan. Rasa bahagia terpancar jelas dari wajah sang ikhwan karena sebentar lagi angan untuk mempersunting akhwat idamannya akan terlaksanakan. Namun, sebuah kenyataan pahit harus ia terima, beberapa saat sebelum tanggal pernikahan tiba, sang akhwat membatalkan pertunanganan mereka tanpa ada sebab yang jelas. Hal itu menimbulkan kekecewaan yang berat bagi sang ikhwan, dia mepertanyakan alasan dibalik pembatalan pernikahan mereka. Namun hingga 3 bulan lamanya jawaban tersebut juga tidak kunjung tiba. Rasa cinta yang mendalam membuat sang ikhwan terus berdo’a, ia begitu mencintai akhwat tersebut, hingga ia momohon kepada Allah agar mengembalikan cinta sang akhwat untuknya, ia menagis, merengek, memohon kepada Allah ta’ala. Namun Allah tak kunjung mengabulkan permoho...

DIA BUKAN PENGEMIS

Gambar
Suatu malam setelah maghrib, aku mengendarai mobil ke rumah. Tiba2 rasa migren nyeri menyerang kepala hingga aku menepikan mobilku… Berhenti sejenak menunggu rasa nyeri berkurang, aku berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat sekeliling.... Tiba2 kaca mobilku diketuk seorang anak laki2 kira-kira umur 12 tahun. “Bu… Ibu mau parkir? Saya bantuin untuk parkir mobilnya ya….” katanya... “Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabku. “Kalau gitu apa Ibu punya uang 2000 ?” tanya anak itu. Karena aku sedang tidak mau diganggu, aku buru2 serahkan uang itu. Aku pikir anak ini mungkin cuma mau minta2. Aku amati anak itu...dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok orang tua yang duduk di bawah tiang listrik. Ketika dia melewati samping mobilku, aku buka kaca dan memanggilnya. “Eh… dik sini…itu siapa?” tanyaku. “Gak tau bu… bapak2 tua…, saya juga baru saja ketemu...” jawabnya... “Loh, tadi kamu minta uang ke sa...

Diniyah Anak Yang Rajin

Gambar
Di sebuah sekolah, ada seorang anak perempuan yang sangat rajin. Ia memiliki seorang sahabat yang baik. Mereka berdua selalu belajar bersama, pergi ke kantin bersama, dan selalu bermain bersama. Anak perempuan itu bernama Diniyah, umurnya baru 11 Tahun. Dia dan sahabatnya duduk di kelas 6 SD Swasta. Diniyah adalah anak kedua dari dua bersaudara, ayah dan ibunya sibuk bekerja mencari nafqah, pergi pagi sehabis sholat subuh dan pulang malam sehabis sholat maghrib. Diniyah sangat patuh sama kedua orangtuanya, meski kedua orangtuanya jarang di rumah, ia selalu ingat akan pesan orangtuanya. Diniyah tidak pernah sekalipun mengeluh, ia ramah dan suka membantu siapapun. Diniyah dididik kedua orangtuanya dengan sangat baik, ketika teman teman seumuran dengannya banyak yang sibuk dengan main games, dia justru sibuk belajar dan beribadah. Ketika teman teman seumurannya bnyak yang kecanduan alat elektronik semisal handphone atau gadget, dia justru sibuk membaca buku yang bermanfaat. Suatu ...