Diniyah Anak Yang Rajin


Di sebuah sekolah, ada seorang anak perempuan yang sangat rajin. Ia memiliki seorang sahabat yang baik. Mereka berdua selalu belajar bersama, pergi ke kantin bersama, dan selalu bermain bersama. Anak perempuan itu bernama Diniyah, umurnya baru 11 Tahun. Dia dan sahabatnya duduk di kelas 6 SD Swasta.
Diniyah adalah anak kedua dari dua bersaudara, ayah dan ibunya sibuk bekerja mencari nafqah, pergi pagi sehabis sholat subuh dan pulang malam sehabis sholat maghrib. Diniyah sangat patuh sama kedua orangtuanya, meski kedua orangtuanya jarang di rumah, ia selalu ingat akan pesan orangtuanya.
Diniyah tidak pernah sekalipun mengeluh, ia ramah dan suka membantu siapapun.
Diniyah dididik kedua orangtuanya dengan sangat baik, ketika teman teman seumuran dengannya banyak yang sibuk dengan main games, dia justru sibuk belajar dan beribadah. Ketika teman teman seumurannya bnyak yang kecanduan alat elektronik semisal handphone atau gadget, dia justru sibuk membaca buku yang bermanfaat.
Suatu hari, sepulang dari sekolah selepas istirahat dan makan Diniyah seperti biasa mengulang pelajaran yang didapatkan di sekolah namun tiba tiba dia merasa sangat susah menyelesaikan tugas matematika, dia sudah berusaha sungguh sungguh agar dapat mengerti dan bisa menjawabnya namun tidak menghasilkan. Akhirnya, dipenghujung ketidakberdayaanya dia berdoa dan membaca AlQur'an agar diberi ketenangan dan kemudahan oleh Allah swt. Diniyah pun terus asyik membaca AlQur'an dan sangking khusyu'nya tilawah, tiba2 dia tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi;
Sesosok berwajah tampan dan bercahaya menghampirinya, wajahnya teduh dan menyenangkan. Sosok itu semakin dekat dengannya lalu duduk di sampingnya saraya berkata.
"Diniyah, semua kesulitan yang kamu alami hari ini, akan membuat kamu semakin kuat, semua kelelahan yang kamu dapatkan akan membuat kamu makin tegar hingga kelak kamu akan menjadi anak yang hebat. Tetap dekatkan dirimu kepada Allah, agar Allah selalu membantumu. Tugas matematika yang barusan kamu  kerjakan dengan susah payah akan segera kamu kerjakan dengan sangat mudah. Karena kamu sudah patuh kepada orangtuamu dan rajin beribadah kepada Tuhanmu."
Setelah berkata kepada Diniyah sesosok menyenangkan itu meninggalkan Diniyah yang tengah terpanah. "Kamu siapa?... Hey jangan pergi, kamu siapa..??"
Tiba tiba sosok itu sekakin jauh dan menghilang tanpa menjawab pertanyaan Diniyah. Dan Diniyah pun terbangun. Dia langsung ke kamar mandi untuk berwudhu' dan membersihkan diri. Dia kembali ke kamarnya untuk mengerjakan kembali tugas matematikanya, ajaib... Dia seketika langsung bisa menjawab semua soal soal yang ada di buku tugasnya.
Alhamdulillah..
Diniyah adalah contoh anak yang sangat dibanggakan dan diidamkan oleh semua orangtua, di tengah maraknya teknology yang sangat memperihatinkan, namun justru Diniyah menunjukkan dirinya akan sejatinya seorang anak dan seorang pelajar.
Semoga Diniyah nanti menjadi anak yang sukses dan dapat membanggakan kedua orangtuanya serta menjadi anak yang sholehah yang dapat membawa kedua orangtuanya ke Surga. Aamiin...

Bersambung....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Gunanya Berdoa?

HAFIDZAH YG MENGALAHKAN PEMERKOSA

HAMAN; MENTERI SEGALA URUSAN